Senin, 18 November 2013

Belajar terbang namun terjatuh hingga tertinggal sendiri di dalam sarang.

Selamat berjumpa lagi dengan saya seorang yang galau dengan nasib sebagai seorang anak penimba ilmu di jenjang diploma. Ya,,kali ini aku telah berhasil mengecewakan orang yang telah melahirkanku dengan mengorbankan nyawanya sendiri, merawatku tanpa lelah, mengajariku tentang hidup, dan menuntunku di setiap langkah dengan sabar meski aku sering terjatuh ke dalam lubang yang dalam. Namun kali ini Q telah jatuh lagi ke dalam lubang yang sama, namun dengan penyebab yang berbeda. Betapa bodohnya diriku  ini yang di anggap pintar dalam bangku pendidikan.

Entah cobaan apa lagi yang harus aku jalani tuk menempa diriku menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Harapan tinggalah menjadi sebuah harapan belaka tanpa menjadi sesuatu yang nyata. Andai aku di gambarkan sebagai seekor anak burung yang belajar terbang, mungkin aku hanya seekor anak burung yang mempunyai sayap namun tak sanggup untuk terbang. Sayap hanya sebagai penghias tubuh tanpa berguna bagiku.

Aku selalu ingin menjadi seekor anak burung yang mampu mengepakkan sayapku dan terbang jauh dan menjadi anak burung yang mandiri tanpa menyusahkan orang lain. Mungkin lebih nyaman di dalam sarang dalam hutan yang rindang, namun tak ada yang ku dapat di dalam sarang, hanya mati tanpa perjuangan. Lebih baik aku meninggalkan sarang menantang maut. Namun sekarang apa guna, terbangpun tak bisa. Entah apa yang harus aku lakukan saat ini, permasalahan datang satupersatu, solusi pun kian menjauhiku. Aku hanya butuh seekor burung yang mau menerimaku dan memberikanku mimpi2 yang pasti menjadi sebuah kenyataan.

Mungkin ini hanya sebuah harapan, hanya Tuhan yang tahu apakah harapan itu akan muncul kepermukaan atau hanya tenggelam dalam angan.

Selasa, 29 Oktober 2013

Dua Sumber Satu Penampungan

Selamat bertemu kembali sobat,,sudah lama tak menulis sedikit curahan hati dan pikiran di blog tersayang ini. Semoga para pembaca selalu di berikan kesehatan jasmani dan rohani oleh-Nya. Amin.

Pernah kalian berfikir bahwa entrepreneur dan para pegawai adalah hal yang berbeda?? Ya mungkin kebanyakan dari kita akan menjawab "pernah". Apa yang diharapkan oleh orangtua kita di masa depan? Jawabannya tidak akan jauh dari kata PNS atau pegawai kantoran, jarang sekali orangtua yang menyarankan anaknya menjadi seorang wirausahawan. Mengapa? Jawabannya adalah berwirausaha tidak akan menjamin hidupmu menjadi seorang yang sukses.

Sekarang pertanyaannya adalah benarkah demikian?? Pasti dari pembaca memiliki jawaban yang beragam, tapi di sini penulis akan menjawab berdasarkan dari sisi pemikiran penulis ya,, :). Menurut penulis, jawabannya adalah salah, mengapa? Seorang wirausahawan lah yang mempekerjakan pegawai dan tanpa adanya seorang wirausahawan maka pegawai kemungkinan besar tidak akan pernah ada. Sebagai contoh, jika penulis bekerja di sebuah perusahaan semisal perusahaan air minum yang sudah sangat terkenal. Pernahkah pembaca membaca bagaimana proses perusahaan air minum tersebut bisa enjadi besar?? Tentu tidak dalam hitungan kejapan mata langsung bisa menjadi perusahaan air minum yang besar. Perusahaan tersebut melalui berbagai proses yang tidak mudah. Dan hasilnya, saat ini bisa mempekerjakan ribuan pegawai.

Namun di sisi lain, seorang pegawai dan wirausahawan pasti memiliki target akhir yaitu finansial. Baik itu di akui maupun tidak pasti kita akan menuju hal tersebut, entah nantinya target tersebut di gunakan untuk apa. Kebanyakan orang tua saat ini beranggapan bahwa seorang wirausahawan bukanlah suatu pekerjaan yang dapat di harapkan di masa depan. Namun saat ini anggapan tersebut lambat laun mulai terkikis oleh hadirnya wirausahawan-wirausahawan sukses. Sekarang siapkan dirimu untuk menjadi seperti mereka, menjadi sesosok wirausahawan sukses. Namun perlu di ingatr bahwa menjadi apapun kalian, pasti akan menuju satu penampungan (tujuan) yaitu menuju kepada Tuhan sang Maha Pencipta. Maka tetaplah ingat kepada-Nya untuk memperoleh kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Kamis, 11 April 2013

Sedikit curhatan tuk mengurangi beban di pikiran,, :D

Malam kawan blogger,,lo di situ lagi siang, met malam juga y kawan blogger,,hehehe. Bagaimana kabar kawan-kawan..?? Ane mau sedikit curhat ney tentang apa yang nyangkut di otak ane biar bisa mengalir sampe ke hilir sangkutannya,,hehehe

Sobat sekalian kenal Indonesia? Tinggal di Indonesia? ato warga Indonesia? Ya kita sama sob,, :) Di Indonesia ini pecinta burung predator semakin hari semakin banyak namun tidak di imbangi dengan poppulasinya yang bertambah, tapi justru berkurang dan mendekati kepunahan. Banyak hal yang menyebabkannya, tapi g perlu di bahas ya sob,,pasti tar jadi panjang dahk gitu pakek acara kebar pulaa,, :p Terus apa permasalahannya?? Ya jelas permasalahannya adalah hewan-hewan predator di negeri kita tercinta ini dalam waktu dekat akan mengalami masa-masa kritis yaitu kepunahan. Untuk mengatasi hal tersebut seharusnya komunitas-komunitas yang ada bisa mencoba untuk membreeding (membudidayakan) burung-burung predator yang ada. Tapi kebanyakan akan mengatakan keterbatasan ilmu, dana, dll. Tapi saya rasa semua hal itu bisa di atasi.

Keterbatasan ilmu, saat ini internet tersebar di berbagai pelosok daerah, semua bisa mengaksesnya. Manfaatkan hal itu untuk kepentingan budidaya burung-burung predator. Kemudian kendala dana, hal ini bisa di atasi dengan bersama-sama mengumpulkan dana dari setiap anggota, anggota pasti banyak bisa mencapai ribuan. Anggap saja 1000 anggota, buatlah iuran minimal seribu rupiah /bulan, setiap bulan sudah bisa mengumpulkan minimal 1jt. Saya rasa seribu/bulan bukan nominal yang besar di bandingkan dengan nominal makan binatang yang mereka pelihara jika di rupiahkan.

Hal yang terpenting adalah komitmen dan keseriusan di dalam membudidayakan burung predator ini. Mungkin banyak yang berkoar-koar bahwa ingin breeding ini dan itu, tapi sayang tanpa ada eksekusi yang baik alisa tidak di laksanakan. Kebanyakan orang lebih terfokus pada melatih burung-burung predatornya tanpa terfokus pada populasinya yang semakin hari semakin menipis jumlah di habiatat aslinya.

Mungkin sedikit coretan ini bisa saling mengingatkan di antara kita termasuk saya. Mari fokus pada konservasi daripada eksploitasi. Semoga apa yang ada di alam ini bisa tetap bertahan. Amin..